Jurnalisme Online atau Jurnalisme Konvensional ?

22 07 2008

JURNALISME KONVENSIONAL ALIAS “ SURAT KABAR TRADISIONAL “ MATI GA’  YA…..??????

Perkembangan dan teknologi terbaru membawa kita pada masa depan yang begitu maju. Salah satu contohnya adalah konvergensi dari suatu media yang mampu memunculkan variasi baru dari suatu media informasi. Dapat dikatakan bahwa jurnalisme online dapat muncul karena adanya penyatuan – penyatuan media yang ada. Dapat kita lihat bahwa didalam jurnalisme online perubahan media itu benar – benar terjadi. Seseorang tidak hanya akan dapat membaca informasi apa saja yang mereka inginkan tetapi juga mapu memanfaatkan media audio dan visual yang ada didalamnya untuk memperkuat apa yang ada dalam informasi tersebut. Media online pun dapat mengakses informasi apapun sehingga mampu menarik perhatian khalayak.
Nah, dengan adanya perekembangan zaman mengenai jurnalisme online bagaimanakan nasib surat kabar kedepannya ?. Nah, mari kita amati dari suatu teori yang sangat terkenal yakni “ Teori Difusi Inovasi “. Teori Difusi Inovasi menerangkan bahwa peran komunikasi secara luas dalam merubah masyarakat melalui penyebarluasan ide – ide dan hal – hal baru. Dimana, menurut Rogers dan Shoemaker ( 1971 ), difusi inovasi mengkaji pesan – pesan yang disampaikan itu menyangkut hal – hal yang dianggap baru maka akan timbul suatu derajat resiko tertentu yang menyebabkan perilaku berbeda pada penerima pesan.
Suatu inovasi mampu masuk ketengah – tengah sistem sosial disebabkan karena terjadinya suatu komunikasi antar anggota suatu masyarakat, antara satu masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian komunikasi sangat penting untuk terjadinya perubahan sosial. Dari pernyataan – pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa ketika suatu inovasi mulai muncul dan masyarakat mulai tertarik maka inovasi tersebut dapat sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu contoh inovasi disini adalah mengenai “ jurnalisme online “.
Jurnalisme online lahir karena adanya perkembangan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa – peristiwa yang ada ( Curtis MacDougall,1972 ). Dan proses pertama yang terjadi dari kegiatan jurnalisme adalah terciptanya surat kabar taradisional yang merupakan wadah dari penyajian karya jurnalistik yang berupa informasi aktual, hiburan, keterangan, atau penerangan dalam bentuk berita, tajuk, kritik, ulasan ataupun artikel – artikel dengan menggunakan mediasi kertas.
Perkembangan teknologi komunikasi tentunya akan membawa berbagai macam perubahan – perubahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti halnya munculnnya suatu media yang dinamakan jurnalisme online. Dimana, Jurnalisme online itu adalah proses penyampaian informasi dengan menggunakan media internet.
Nah, dengan munculnya suatu jurnalisme online maka surat kabar konvensional pun menemukan saingannya. Mengapa tidak ? suatu informasi dari penggunaan jurnalisme online akan didapatkan dengan mudah dengan mengaksesnya dan pesan multimedia menjadi unsur pengikatnya yang mampu lebih menjelaskan tentang informasi yang diinginkannya. Berbeda dngan surat kabar biasa yang tidak ada unsure multimedianya masyarakat akan lebih tertarik pada jurnalisme online karena memiliki tampilan – tampilan yang ebih menarik.yang dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Tetapi, dalam pandangan dan kenyataan yang terjadi adalah surat kabar tradisional tidak akan pernah mati walaupun perkembanagn zaman akan semakin baik dan memberikan kemajuan yang begitu hebat dan mempengaruhi segala macam pola pemikiran dalam mendapatkan informasi yang ada. Contohnya saja, walau dengan adanya jurnalisme online tetapi buktinya saja surat kabar – surat kabar tradisional semakin bermunculan misalnya saja surat kabar SINDO atau yang lainnya. Suart kabar tradisional memiliki penggemar – penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang – orang yang tidak dapat menggunakan computer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet maka mereka akan lebih menyukai untuk membaca surat kabar tradisional sambil tiduran, menyantap makanan atau sekedar sambil minum kopi ataupun teh.
Apalagi penelitian di Amerika menyebutkan bahwa tingkat kesalahan berita surat kabar mencapai 18% dan tingkat kesalahan televisi adalah 38%. Kalau bgitu bagaimana dengan kesalahan informasi yang akan diberikan oleh media melaui jurnalisme online, pasti saja akan mencapai lebih daripada kesalahan di surat kabar maupun tv. Bayangkan saja, semua orang mampu menjadi “ wartawan dadakan “ dalam sekejap dan menulis apapun dalam media jurnalisme online dan itu semua memungkinkan tidak terlalu kredibiltasnya jurnalisme online. Padahal kesalahan televise maupun surat kabar saja mapu mencapi 38% dan 18% yang jelas – jelas dalam mencari berita dan menginformasikan berita tersebut menggunakan orang – orang khusus yang bekerja dalam bidang dan ahlinya dan sangat mengerti tentang jurnalisme dan etika yang ada didalamnya.
Berdasarkan data tersebut, maka bukan suatu kemustahilan bila jurnalisme online bisa mencapai kesalahan yang lebih tinggi. Sehingga, surat kabar akan memiliki konsumen dan fansnya sendiri. Surat kabar akan selalu hidup walaupun jurnalisme online hadir dalam kemajuan teknologi dengan munculnya surat kabar – surat kabar baru.





Digital Poci’s Pocket Album Terbaru

7 07 2008

ALBUM FOTO GAYA GANTUNGAN KUNCI

Zaman teknologi seperti ini selalu saja ditemukan dengan hal – hal baru yang menarik perhatian para peminatnya. Salah satu contohya adalah teknologi terbaru dari sesuatu yang sedehana yaitu sebuah album foto.
Album foto seperti apakah yang anda harapkan apat menyimpan gambar sebanyak mungkin dan menjadikannya koleksi abadi ?. Ya, tentu saja album terbaik yang mampu menyimpan moment – moment terbaik anda dalam sebuah fasilitas yang sangat menarik dari sisi desain maupun perfoma.Nah, disini kita bisa lihat album foto model terbaru dari perkembangan teknologi terkini yang dapat menarik perhatian kita semua.
Album digital yang dapat menampilkan foto kini semakin saja digemari. Kesan high – tech ditunjukan pada galeri foto digital yang dapat ditampilkan melalui “ slide show “ alias foto – foto yang tersimpan dan mampu berjalan sendiri. Untuk memenuhi keinginan para para pencintanya, Digital Poci mengeluarkan produk yang dinamakan Digital Poci’s Pocket Album. Produk ini merupakan perangkat foto viewer berupa gantungan kunci.
Dengan ukuran layar LCD hanya 1,5 inci, produk ini mampu menampung 74 foto dengan format JPEG dan BMP. Kecil memang dan wajar jika foto yang dipasangkan pun menggunakan resolusi rendah. Sehingga, kapasias memori yang disematkan hanya 8 MB dianggap memadai.
Pocket Album ini menggunakan baterai Lithium Ion yang bisa menyala selama 9 jam. Dan bisa diisi ulang menggunakan adaptor khusus atau cukup disambungkan ke USB computer. Pocket album ini juga menyediakan fitur jam built in dengan automatic on / off timer. Pengaturan kontras LCD dapat dilakukan untuk optimalisasi foto yang ditampilkan.
Kemampuan menampilkan 74 digital photos dengan BMB memori flash internal. Layar 1,5” color LCD. Ketahanan baterai 9 jam. Jenis baterai : Lithium – Ion, Built In clock dengan timer otomatis on / off, Builds in automatic photo slideshows, software : Photo viewer, termasuk merubah image, JPG dan BMG ke to Pocket Albm ( kompatibel dengan Windows Vistal / XP / 2000, Mac 10,3 dan 10,4 ), AC adapter, kabel USB, Harga : $29.95





KONSUKUENSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

7 07 2008

INTERNET : FASILITAS CAKRAWALA DAN KONSEKUENSINYA

Kita hidup dalam era teknologi yang begitu tinggi, era dimana teknologi berjalan dengan cepatnya. Manusia mulai belajar bermain – main dengan waktu untuk kemajuan yang begitu cepat. Salah satu contohnya adalah pengguanan era internet, yakni dimana arus informasi semakin cepat dan sangat deras. Semua orang dapat mengakses informasi apapun dengan penggunaan ineternet. Dengan kemajuan yang seperti ini, Apakah internet selalu berfungsi untuk membuka cakrawala bagi penggunanya ? Apakah tidak ada konsekuensi yang akan muncul dari adanya kemajuan dunia dalam bentuk internet apalagi terhadap perubahan yang nyata dalam bidang sosial maupun cultural ?
Mari kita perhatikan baik – baik, internet merupakan contoh dari suatu fenomena yang sangat baru tetapi sangat memepengaruhi dan membentuk keseharian dalam perilaku sosial sehari – hari dalam kehidupan masyarakat kita. Lebih dari itu, internet bukan hanya sekedar membagi informasi pada khalayak tetapi secara radikal maupun pelan mengubah keyakinan mengenai kemampuan dan kekuatan berekspresi dan bagaimana kekuatan itu mampu dipergunakan.
Berdasarkan teori difusi inovasi, fenomena perubahan akan menyebar melalui sistem sosial yang dibentuk oleh : bermacam kegiatan sosial ( melalui debat dan diskusi antar warga masyarakat ), artifak budaya ( yang bersentuhan dengan fenomena tersebut ) dan media massa ( Rogers, 1995 ).
Bermacam – macam indikasi dari berbagai fenomena ( dalam hal ini adalah penggunaan internet ) dapat diketemukan dalam sistem sosial di sistem sosial manapun, namun media memiliki peran yang paling penting dalam masa adaptasi. Teori yang lain, yakni teori pembelajaran sosial, mengindikasikan bahwa manusia bisa belajar mengenai sesuatu hanya dengan mengamati, dan ini sangat bisa terjadi melalui media massa ( Bandura, 1977 ). Ini berarti media massa memiliki peran yang sangat lekat hubungananya dengan kedua area tersebut. Peranan inilah yang membuat masyarakat akan menanggapi dan mencoba belajar tentang kegunaan dan penggunaan internet.
Internet sebagai media yang dapat dikatakan sebagai konvergensi dari media cetak, audio maupun visual memiliki dampak positif maupun negatif yang dapat ditimbulkan. Dampak – dampak signifikan tersebut dapat kita lihat dalam bidang sosial maupun cultural. Internet memang sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat pada umumnya tetapi dari kelebihan yang dimiliki misanya saja dengan penggunaan internet masyarakat akan lebih cenderung hidup terbuka terhadap pengetahuan dan perkembanagan dunia luar sehingga belajar untuk memiliki pemikiran yang lebih demokratis, internet pun memiliki kekurangan – kekurangan yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari.
Konsekuensi yang terjadi dari adanya kemajuan internet dalam kehidupan sehari – hari di bidang sosial misalnya yaitu adanya suatu perubahan pola kebiasaan dalam masyarakat, dari yang dulunya mencari informasi dengan mengandalkan media cetak, tv aatu radio sekarang beralih menjadi lebih banayak tertarik menggunakan internet. Selain itu, konsekuensi yang terjadi adalah intrenet menyebabakan seseorang menjadi lupa waktu sehingga akan menyebabkan sikap cuek ( acuh ) terhadap lingkunagn sosialnya. Misalnya saja, orang akan cenderung berlama – lama menggunakan fasilitas atau fitur – fitur dalam internet untuk mencari sesuatu informasi yang diinginkan tanpa batasan karena semua fenomena yang dicari ada didalamnya sehingga seseorang akan ” berasyik – asyik ria ” untuk mengaksesnya sampai lupa akan waktu atau lingkungan sosialnya.
Internet pun bisa memberikan konsekuensi yang terjadi dalam cultural kita yakni berkurangnya nilai – nilai budaya dengan timbulnya sikap individualis dimana tadinya seseorang menyukai sikap saling berkunjung untuk mmeperoleh inforamsi atau bersahabat maka seseorang akan lebih tertarik hidup dalam dunia maya misalnya berinteraksi lewat chatting apalagi sekarang ada fenomena ajang pencarian jodoh lewat chatting.
Perkembangan teknologi di zaman sekarang ini memang tidak akan pernah memungkinkan kemajuan yang begitu drastis dari apa yang diciptakan. Tetapi, keajuan yang terjadi selalu dibarengi oleh dampak – dampak dan konsekuensi yang ditimbulkan. Oleh karena itulah maka dinamakan konsekuensi dari adanya perkembangan dunia dalam hal ini teknologi.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.