InteRnet MakiN jadi IdoLa Baru

11 01 2009

Memantau Gaza dari Internet

Banyaknya situs yang membeberkan beberapa rekaman video yang berbeda dari mainstream media memberikan alternatif video dan berita yang mungkin bisa dijadikan perbandingan. Media internet adalah salah satu pilihan utama masyarakt Indonesia dalam pemilihan yang sangat bagus untuk mendapatkan berbagi informasi baik lampau maupun yang paling akurat tentang informasi sekarang. Salah satunya adalah peristiwa Gaza.

Perkembangan di Gaza misalnya yang banyak dicari orang sekarang bisa disaksikan dari beberapa penggalan video di yang dapat kita cari dari Internet.

Seperti halanya situs berita yang bukan formal, tampilan video diinternet atau beritanya hanya sebagai bahan pertimbangan bukan yang seperti dimunculkan di media umum. Kekuatan internet memang terletak kepada kebebasan dalam menyebarkan informasi meski sebagai penggunanya harus kritis karena kadang-kadang berisi tipuan yang sudah diedit.

Berbeda dengan televisi, radio, media online atau cetak umumnya, tampilan berita dan cerita di Internet  ini tidak selalu dapat diandalkan. Namun demikian tetap menarik untuk disimak.





11 01 2009

Masyarakat Tak Ber-KTP Akan Dirazia

Usaha Pemkot Yogyakarta untuk melakukan razia bagi masyarakat yang tidak mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan segera dilaksanakan.Seperti yang diungkapkan oleh Walikota Yogyakarta Bpk Herry.

Herry menambahkan bahwa ia tidak ingin dibebani oleh warga yang wilayah asalnya bukan dari Yogyakarta apalagi muncul keberatan dari warga luar Yogya. “Jika tuntuntan itu keluar maka seharusnya ditujukan ke daerah asal para warga yang menetap di Yogyakata bukan ke Pemkot Kota,” ucapnya. Tuntutan keberatan masyarakat yang datang ke Yogyakarta tersebut seharusnya dikembalikan pada bupati masing-masing di daerah dan mereka yang bertanggung jawab. “Saya tentunya hanya bertanggung jawab pada warga saya sendiri, yaitu penduduk Kota Yogya,” tambahnya.

Dengan adanya razia KTP yang segera dibelakukan di wilayah Kota Yogyakarta, Walikota menjamin bagi warga yang belum memiliki harus segera mengurusnya dan pelayanannya tidak berbelit-belit. “Kami menjamin pengurusannya semakin mudah,” terangnya.

Menyinggung para PKL yang berasal dari luar daerah, Pemkot tetap akan melakukan razia karena sudah melakukan usahanya di area kota Yogyakarta. “Razia ini untuk seluruh warga yang tinggal di Kota sehingga salah satunya Pedangan Kaki Lima (PKL) termasuk didalamnya. Herry juga mengatakan bahwa kepemilikan KTP juga dibutuhkan jika ingin menggelar atau melakukan usaha perdagangan di Yogyakarta yang diatur dalam peraturan daerah. Bahkan akan diadakan pula razia khusus untuk PKL. “Penertiban di wilayah Yogyakarta tetap kami lakukan dan terutama untuk para PKL yang berjualan disini,” tambahnya.

bagi Walikota, pihaknya akan mengijinkan masyarakat untuk melakukan usahanya di Yogyakarta asal segala persyaratan yang dibutuhkan dan salah satunya KTP dipenuhi oleh para pedagang. “Bukan menjadi halangan jika mereka (PKL-red) menggunakan KTP luar kota asalkan masih dalam jangkauan Provinsi DIY. “Tidak jadi masalah asal KTP-nya DIY karena masalah ekonomi juga ditopang dari luar kota Yogya,” tuturnya.

Wilayah PKL yang akan dirazia tidak hanya terfokus pada area perdangan di Yogyakarta namun pada semua titik perdagangan yang ada. “Tidak hanya Malioboro saja yang akan dirazia tapi seluruh wilayah Yogyakarta,” tegasnya.





Mimpi Punya Semua…..

20 09 2008

Semua Orang Mesti Punya Mimpi……….!”

Ngomongin tentang mimpi maka semua orang harus punya mimpi, karena ga’ ada larangannya mimpi itu buat siapa. Bener kan ?

Dream “ sebutan imut dalam Bahasa Inggris yang artinya adalah mimpi dalam bahasa kita, hahahaha….Sesuatu hal yang sangat menarik dan memang harus dilakukan.dan semua orang kudu  alias wajib punya impian – impian yang indah karena mimpi ga cuma punya satu atau dua orang tapi semua orang dan mimpi boleh dimiliki oleh siapa saja dalam kalangan apapun.

Saya selalu tertarik dengan sebuah mimpi apalagi tentang mimpi – mimpi yang saya punya. Sama tertariknya seperti saya menyukai es krim atau coklat. Bermimpi adalah hal yang sangat menyenangkan karena dengan sebuah mimpi dan harapan bisa membuat kita mengawali sesuatu.

Selain itu, jika kita berbicara “ Tentang berawal dari mimpi “ hal tersebut mengingatkan kepada saya kepada  seseorang yang menyimpulkan makna yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan sesuatu melalui mimpi dan harapan yang kita punya. Dimana orang tersebut adalah seorang ayah dan seorang dosen. Seperti biasanya, hal yang sama jika dilakukan oleh orang tua kepada anaknya adalah melalui sebuah nasehat sederhana tetapi memiliki makna yang hebat. Bedanya yaitu bagaimana cara penyampaiannya, jika orang tua misalnya ayah maka beliau akan mengatakan sesuatu kepada kita lebih secara pribadi dengan duduk berbarengan tetapi jika dosen, beliau akan berbicara didepan kelas kepada semua anak didiknya, bener ga ?. Tetapi intinya, beliau – beliau ini selalu bermaksud baik dalam membantu mencapai tujuan hidup kita.

Coba tulis semua mimpi dan harapan yang kita impikan dalam sebuah kertas maka satu demi satu akan terlaksana “. Tapi………bukan karena kita menulis tentang mimpi maka semuanya akan terwujud, itu salah besar. Tetapi menulis untuk berusaha. Karena tulisan itulah yang akan mengingatkan kita tentang segala sesuatu yang kita inginkan dan kita kejar sehingga kita akan berusaha untuk mendapatkannya. Makna itu memang benar, saya kadang membuat perencanaan tentang sesuatu impian yang ingin saya dapatkan. Misalkan saja, sebuah daftar tulisan tentang sesuatu yang saya inginkan dan dengan daftar tulisan – tulisan itulah saya mencoba mendapatkannya dan ketika akhirnya saya mendapatkannya maka hal yang saya rasakan adalah rasa senang yang sangat luar biasa. Dan yakin deh, bahwa dengan begitu satu demi satu mimpi kita akan terwujud walaupun memerlukan waktu yang lama dan kita melakukannya dengan berusaha keras.

Karena itulah cobalah membuat tentang perencanaan mimpi – mimpi yang kita inginkan, tulislah segala sesuatunya dan jika telah terlaksana maka coret yang telah didapatkan maka ada sesuatu kesenangan tersendiri yang akan kita dapatkan. Tetapi ingat, mimpi – mimpi yang kita punya harus tentang mimpi dan harapan yang baik karena  mimpi yang baiklah yang harus terwujud tanpa merugikan orang lain. Coba aja….

Impian hanya akan menjadi sebuah impian ketika kita tidak mencoba untuk bangun dari mimpi yang kita lakukan “ ( Chicken Soup ).

So keep Fight….

“Selamat mencoba..?”





“KuraNgnYa perSiapaN aPa yaH?”

20 09 2008

Pasuruan, berkorban ?

Pernah dengar bukan tentang peristiwa di Pasuruan ?

Tentu saja, mungkin kita akan langsung teringat tentang peristiwa pembagiaan zakat yang memakan korban. Siapa sangka bukan 21 orang menjadi korban atas peristiwa tersebut. Jika saja kita melihat, hati siapa yang tidak terenyuh melihat masyarakat kita yang seperti itu. Saudagar kaya bernama Bapak Saikon adalah seorang dermawan tersebut, dimana setiap tahun selalu membayar zakat mal dengan membagi – bagikan langsung kepada masyarakat kurang mampu di Pasuruan.

Kebaikan adalah niat, dan niat adalah ketulusan. Tidak akan terpikir bukan oleh satu orang pun bahwa kejadian yang terjadi akan berdampak seperti ini. Apalagi ketika semua orang ingin berbuat amal di bulan penuh berkah yaitu Ramadhan seperti ini, tetapi siapa sangka kebaikan yang ingin dilakukan malah kematian yang menyambut. Bayangkan saja, 21 orang meninggal saat pembagian zakat tersebut. Sangat menyedihkan peristiwa yang disiarkan, orang – orang saling berdesakan, kepanasan untuk mengambil jatah mereka masing – masing yang Rp. 30.000,00. Mungkin saja bagi sebagian orang uang Rp. 30.000 tidak begitu berarti tetapi bagi mereka, setiap sumbangan yang diberikan adalah pertolongan terbaik untuk kelangsungan hidup mereka. Walaupun meski mereka mesti antri, kepanasan, berdesakan mereka rela melakukannya bahkan ketika mereka tidak tahu bahwa kematian adalah yang akan menyambut mereka.

Peristiwa ini memang begitu tragis. Tak sadarkah, jika dilihat dari gambaran yang diberikan kita melihat kurang baiknya manajemen dalam pembagian zakat mal itu kurang tertata. Massa yang sebegitu banyaknya hanya diatur oleh 11 panitia yang berwenang tanpa melibatkan batuan aparat keamanan.

Nah, inilah jadinya…! tetapi sekarang bukan saatnya untuk kita menyalahkan siapa yang benar ataupun salah tetapi kejadian ini menjadi sebuah pelajaran yang berarti bagi siapapun yang ingin melakukan kegiatan yang sama. Dimana, sebaiknya diatur sedini dan sebaik mungkin atau bila perlu cobalah percaya kepada badan yang memang mengurus tentang pembagian zakat, karena kebaikan yang dilakukan hanya semata – mata untuk mencari pahala dari Allah Swt jadi sebaiknya niatkan dengan lillahitaa’la saja.





Acara Televisi kiTa….

14 08 2008

Si Kabayan kemana yah ? Ko sekarang adanya Bule mulu…… “

Pernah ga sih kita berpikir tentang apa yang kita tonton sehari – hari ? Apa yang kita lihat dengan mata terbuka kita dan mencoba mengamati tentang sesuatu yang kita rasa mulai menghilang. Nah, mari kita rasakan dan pikirkan…hahahaha…“ Lebay banget yah ? ”

Kalian termasuk tipe kedalam masyarakat yang sering menikmati hidangan televisi yang kita punya dan menjadi peminat artis maupun actor yang disediakan dan ditinggikan namanya hingga mampu menjadi orang – orang yang mulai diminati masyarakat kebanyakan. Semua orang ingin menjadi artis maupun actor terkenal atau sebut saja hidup dalam dunia entertain. Dimana, memungkinkan semua orang bakal dapat uang yang banyak dan selain itu “ nama jadi beken “ bakal jadi modal buat masa depan yang cerah. Tapi dimana orang – orang kita? Ko kebanyakan sekarang “ bule “ yang dicari dan muncul dalam pertelevisian kita yah…pada kemana mereka “ manusia – manusia “ asli pribumi kita?

Lihat deh, para pendatang baru di dunia entertain kita ! Para pesinetron muda sekarang, semua lebih banyak bule atau blesteran daripada orang – orang asli Indonesia. Kita contohkan saja, ada berapa banyak artis kita yang setipe dengan “ Cinta Laura “ maupun “ Dimas Beck “ yang punya kulit putih mulus, hidung mancung dan wajah – wajah mereka yang memang blesteran luar negeri, trus ada berapa banyak lagi artis kita yang seperti “ Santi “ yang punya kulit sawo matang dan asli dari hasil pribumi Indonesia tercinta ini.

Sinetron – sinetron yang muncul sekarang lebih memunculkan artis – artis berbakat yang mengutamakan wajah – wajah blesteran karena mungkin itu bakal lebih menjamin sinetron – sinetron yang diciptakan laku ditonton, bener ga?. Ya, walaupun ada sebagian artis –artis yang dimunculkan sebagai produk baru memiliki kualitas acting yang biasa – biasa saja tetapi mereka memiliki fisik yang berbeda dari negeri pribumi ini maka itulah anggapan dimana dunia entertain akan “ laku dijual “ toh kadang saja masyarakat akan lebih tertarik pada hal yang berbeda bukan. Trus kenapa gitu yah ? Apa orang – orang pencari bakat lebih tertarik pada bentuk fisik daripada kualitas peran yang akan disampaikan? Mengapa sinetron zaman sekarang hanya menampilkan mode yang dipakai untuk pamer dan gaya ke glamoran anak muda zaman sekarang. Sepertinya begitu kurang ngedidik banget,. Para pemain hanya menampilkan bentuk fisik, kemewahan, pesta dan gaya hidup yang semaunya. Apa itu makna yang ingin disampaikan dari cerita yang dibuat agar masyarakat dapat menikmati. Kadang dapatkah kita berpikir dimana “ dunia anak – anak “ untuk anak – anak zaman sekarang, Sepertinya semuanya sudah hambar dan kosong.

Sepertinya sudah hilang cerita – cerita pribumi kita yang kita banggakan. Memang benar teknologi semakin maju maka sesuatu yang kita punya sebagai ciri khas kadang saja akan hilang. Dimana lagi yah kisah seperti “ Si Kabayan dan Nyi Iteng “ yang dengan bangga menceritakan pribumi dan makna keseharian yang sebenarnya. Mungkin itu namanya konsekuensi alam ? ada yang datang dan lebih menarik maka yang lama memang harus pergi. Bagaimana kawan – kawan? Apakah kalian kangen juga….





PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

14 08 2008

Muncul “ tv “….! Apa konsekuensinya yah?

Kita adalah masyarakat yan selalu haus akan namanya hiburan. Setiap detik, menit ataupun tiap waktu yang berjalan kita pasti harus dapat memenuhi kebutuhan primer yang salah satunya adalah suatu hiburan. Ga kebayang dong gimana jadinya kalo aja setiap waktu yang kita punya ga satu detik pun bisa kita gunakan buat menikmati hiburan yang ada. Bisa – bisa kita cuma jadi “ manusia robot “ yang mikirin sesuatu yang bisa bikin kita jadi “ stress “, bener ga ? Nah, disinilah gunanya tv sebagai alat komunikasi yang bisa memberikan hiburan terbaik kepada masyarakat yang ingin menontonnya. Selain itupun, televisi juga merupakan alat yang dapat memberikan informasi dari kejadian – kejadian yang terjadi di seluruh dunia. Makanya kita sebut aja televisi ini “ si kotak ajaib “. Ga cuma doraemon dong yang boleh nyebut apa yang dimilikinya sebagai sesuatu yang ajaib alias “ kantong ajaibnya “, selalu inget kan ? Kita juga sebenarnya dari dahulu kala sudah punya sesuatu yang ajaib yaitu…televisi dirumah kita, hahahaha….

Tahu kenapa disebut kotak ajaib ? tentu aja, yang pertama karena bentuknya kotak persegi empat, walaupun sekarang telah bermunculan tv – tv yang lebih mutakhir berbentuk persegi panjang tetap aja sebuah tv disebut kotak kan? Tetapi bayangkan saja dari sebuah benda berbentuk kotak tersebut yang berisikan komponen – komponen yang ada didalamnya dan dihubungkan dengan antena bisa menghasilkan suatu gambar yang dapat kita nikmati sebagai suatu hiburan dan mampu menjelaskan informasi yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Apalagi sekarang kita akan mulai menapaki yang namanya teknologi transmisi televisi digital. Kita bakal lihat deh, perbedaannya dimana era televisi analog bakal pelan – pelan tergeser era digitalisasi. Tapi sebenarnya apa sih tv digital itu ? televisi digital adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar ( Immilia Lekawati. Blogspot. Com ).

Trus, “ Mengapa televisi digital ? “

Televisi digital disini bukan berarti pesawat televisinya yang digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin adalah siaran digital ( digital broadcasting ). Kelebihannya signal digital dibandingkan analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki ( recovery ) di terima dengan kode koreksi error ( error correction code ).

Nah, dari beberapa informasi diatas televisi bisa disebut sebagai pada titik teknologi terbarunya. Dimana kini sudah dipasaran sudah beredar pesawat televisi yang memiliki format revolusi tinggi yang disebut sebagi HDTV. Kerapatan gambarnya antara satu sampai dua Mega-pixel. Dengan pesawat revolusi tinggi HDTV, pemirsa dapat menonton tayangan dengan kualitas luar biasa dan gambar yang lebih realistis. Trus, bagaimana batas kemampuan analog ? tentu saja kita sebagai pengguna akhir tentu saja bertanya, apa yang salah dengan sistem pemancar analog ? bukankah pesawat tv analog dapat menerima pemancaran lewat kabel, satelit, atau bisa juga menampilkan gambar dari DVD dan camcoders ? ternyata masalah utamanya dari pesawat televisi analog adalah mengenai ketajaman gambarnya. Tetapi, apakah benar dari suatu keterbaikan teknologi terbaru tidak akan ada konsekuensi atau dampak yang akan ditimbulkan ?

Suatu teknologi adalah kemajuan dalam kehidupan dan selalu saja ada konsekuensi yang harus diterima dari kemajuan tersebut. Mari saja kita pertimbangkan salah satu contoh dari segi sosial sebagai konsekuensinya dari adanya “ era digitalisasi “ ini ?

Keuntungan memberikan prioritas kepada operator televisi eksisting adalah mereka dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun seperti studio, tower, bangunan, SDM dan lain sebagainya sehingga akan ditempuh “Pola Kerja Sama Operasi” antar penyelenggara televisi eksisting dengan calon penyelenggara televisi digital. Sehingga dikemudian hari penyelenggara televisi digital dapat dibagi menjadi “ network provider “ dan “ program / content provider “ . Dengan kemampuan efisiensi frekuensi 1 : 6, berarti bisa saja dalam kanal RF yang sama diisi 6 program stasiun yang berbeda.

Nah, bisa kebayang kan? Kalo aja kanal televisi digital ini diberikan sembarang kepada pendatang baru. Selain penyelenggara televisi siaran digital terestial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol maka kesempatan bagi televisi analog eksisting seperti TVRI dan 5 TV swasta serta 5 TV penyelenggara baru untuk berubah menjadi televisi digital di kemudian hari akan tertutup karena frekuensi kanal sudah habis. Trus, bisa bayangin kan bagaimana nasib – nasib mereka ? tentu saja bisa dibanyangkan para penyelenggara televisi analog ini akan mengalami kebangkrutan dimasa yang akan datang. Sehingga, para pekerja yang tadinya bekerja didunia tv analog akan mengalami pengangguran. Selain itu pun, masyarakat akan “ terpaksa “ membeli pesawat penerima televisi digital selain pesawat televisi analaog yang telah ada untuk dapat menerima seluruh program penyiaran baik Tv digital maupun televisi analog tanpa persiapan yang cukup. Hal – hal tersebut dipandang dari sudut sosial, ekonomi dan pembangunan nasional akan dapat merugikan ekonomi nasional secara keseluruhan, di saat bangsa ini harus membangun di bidang lain yang lebih tinggi prioritasnya tetapi dana tersebut akan dihabiskan untuk investasi pembangunan televisi digital yang tidak efisien dan tidak bijaksana.

Selain itu pun, dampak – dampak di bidang kultural misalnya saja dengan adanya perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin mencoba gaya hidup kebarat – baratan. Era digitalisasi dimana televisi digital akan menerima semua program acara televisi yang masuk. Masyarakat kita saja yang masih menggunakan televisi analog telah dapat dengan mudah meniru apa yang terdapat dalam televisi analog dimana masih adanya fungsi lembaga sensor. Bagaimana setelah benar – benar munculnya televisi digital dimana setiap individu bisa mengakses sendiri tontonan yang ingin dilihatnya.

Semua teknologi dan kemajuan berkembang berdasarkan zaman dan kebutuhannya. Individu – individu sendiri yang mengerti harus bagaimana memanfaatkan kemajuan tersebut. Suatu teknologi selalu ada dampak baik dan buruknya. Bagaimana….?

Sumber : INFO IPTEK ( www. Google.com ).

Tv Analog Vs Tv Digital

Era televisi analog pelan-pelan akan tergeser era televisi digital. Dengan pemancaran multi media band lebar,definisi perangkat hiburan rumah tangga akan berubah secara drastis. Setelah 50 tahun sistem transmisi televisi bertahan menggunakan standar analog, di era digital ini hal tersebut dinilai sudah ketinggalan zaman. Memang di tahun-tahun terakhir, mutu pemancaran televisi analog sudah meningkat pesat. Apalagi dengan memanfaatkan saluran kabel atau satelit yang membuat gambar di layar televisi nampak lebih jernih. Akan tetapi, sejak tahun 1998 lalu para pengusaha pemancar televisi menyadari ada kendala yang tidak dapat ditembus, untuk terus meningkatkan mutu gambar siaran televisi jika tetap menggunakan standar analog. Ketika itulah dicanangkan perpindahan teknologi dari analog ke digital. Dikalangan pertelevisian, pesawat televisi analog disebut memiliki format resolusi standar. Dimana pada dasarnya televisi digital dan audio digital televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi itu sendiri berasal dari kata tele yang artinya adalah jauh dan vision adalah tampak. Jadi televisi berarti melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disamakan dengan penemuan roda karena mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia televisi secara tidak formal terkadang disebut tivi, teve atau tipi. Pada era awal. Televisi masih jenis analog. Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan frekuensi dari sinyal. Seluruh system sebelum televisi digital dapat dimasukan ke analog. Sistem pada televisi analog adalah NTSC, PAL dan SECAM. NTSC adalah system televisi analog yang digunakan di Amerika Serikat dan banyak negara lainnya termasuk Amerika dan beberapa bagian Asia Timur. Namanya disebut Nasional Television System Commite yang merupakan sebuah badan industri pembuat standar yang menciptakannya. PAL adalah kependekan dari Phase Alternating Line dalam bahasa Indonesia adalah garis alterasi fase yaitu sebuah encoding berwarna digunakan dalam system siaran televisi yang digunakan dalam system siaran televisi diseluruh dunia kecuali di Amerika, beberapa di Asia Timur, sebagian Timur Tengah dan Eropa Timur, dan Prancis ( yang menggunakan SECAM, NTSC, dan lain – lain.). Perbedaan terjadi karena berbagai alasan, mulai soal kelebihan menggunakan model PAL, SECAM, NTSC dan lain – lain. Perbedaan terjadi karena berbagai alasan, mulai soal kelebihan teknis sampai soal nasionalisme bangsa. Belajar dari sistem siaran televisi analog yang berbeda – beda format tersebut banyak usaha untuk menyatukan format televisi digital masa depan. Televisi digital menggunakan modulasi digital dan kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, signal data ke pesawat televisi. Akibatnya, saat ini kita mengenal tiga macam standar utama televisi digital yaitu system DVB di Eropa, ATSC di AS, dan system Jepang menggunakan ISDB. Sebagian negara – negara di dunia menganut foramat DVB, seperti halnya Indonesia kecuali Kanada, Meksiko dan Korea Selatan yang mengikuti format ATSC.

Akan tetapi perpindahannya tentu saja tidak bisa dilakukan secara revolusioner sebab masih ada terdapat ratusan juta pesawat televisi analog yang pada prinsipnya tidak dapat menangkap siaran digital. Disisi lainnya, terdapat desakan kuat untuk segera memanfaatkan sistem pemancaran digital, yang kualitasnya jauh lebih unggul. Karena itulah, dalam CeBIT tahun ini di Hannover ( Jerman ), selain ditawarkan pesawat televisi digital juga ditawarkan decoder untuk menangkap siaran digital. Dengan decoder itu siaran televisi digital tersebut kembali diubah menjadi analog.

Di Jerman, kompromi teknologi inilah yang akan dimanfaatkan, mengisi celah antara sistem pemancaran digital dan penangkapan analog. Pertimbangannya, jika tidak dimulai sekarang dengan kompromi semacam itu maka banyak yang akan ketinggalan teknologi. Karena itu di Jerman awalnya akan diterapkan sistem pemancaran sistem digital melalui satelit dan sistem digital melalui kabel. Juga untuk menguji coba siaran digital semacam itu, Jerman melakukannya secara bertahap. Mula – mula untuk wilayah ibukota Berlin dan sekitarnya, kemudian bertahap dinegara bagian lainnya.

Bagaimana jika di Amerika ? Amerika Serikat dalam transisi menuju Tv Digital dimana Presidsen George W. Bush menguncurkan paket stimulus ekonomi berupa dana bantuan langsung tunai ( BLT ) bagi 130 juta rumah tangga di AS. BLT yang terakhir dimasa jabatannya ini murni diberikan karena Amerika sedang melakukan transisi menuju dunia penyiaran televise digital. Sejak 1996, Negeri Paman Sam itu merintis transisi menuju penyiaran televise secara fully digital dan ini ditargetkan selesai dalam 10 tahun. Target ternyata meleset karena berbagai alasan, seperti ketidakdisiplinan teknis, industri, program dan unsur pendukung lain termasuk ketersediaan pesawat TV Digital di pasar. Sehingga pelaksanaan tv digital di Ameriaka Serikat dimana diwajibkan mereka mematikan pemancar analognya pada tanggal 17 Februari 2009 mendatang. Berbeda dengan di Indonesia entah keehadiran tv digital merupakan hal yang ditunggu – tunggu atau malah sebaliknya. Bukan hanya bisnis media televisi yang akan mengalami perombakan total, tetapi jutaan pesawat televisi pun sekarang harus menggunakan alat khusus untuk menerima siaran digital. Indonesia memiliki jumlah stasiun radio dan televisi terbesar kedua setelah Cina. Negeri ini punya satu Tv public, 10 Tv swasta nasional, 70 Tv swasta local, dua tv kabel, satu Tv satelit dan lebih dari 1800 stasiun radio. Bisakah era digital mulai di tahun 2009 seperti di Negara lain?

Wow…digitalisasi, memang menakjubkan! Tapi apakah kita siap? Itu pertanyaannya, era digitalisasi. Transisi yang akan terjadi di negara kita, dengan pembangunan sistem digitalisasi yang begitu mahal memungkinkankah untuk mengikutinya dengan cepat. Walaupun jika saja kita akan mengikuti cara Negara lain yang secara bertahap untuk mulai menggunakan televisi digital. Namun, hal yang paling pokok masih banyaknya masalah – masalah di bidang lain yang kita punya. Jika hanya untuk sekedar memikirkan era televisi digitalisasi yang akan menelan dana yang begitu banyak lebih baik secara bertahap digunakan untuk memperbaiki masalah – masalah bidang yang ada. Karena apa bila kita lihat dari kenyataannya, sebagian besar masyarkat kita sepertinya tidak akan siap dengan perubahan tersebut. Kita bayangkan saja, pastinya masyarakat tidak akn dengan mudah membuang tv analog yang mereka punya dan menggantinya dengan tv digital, tetapi mungkin saja itu akan terjadi ketika era itu datang dimana masyarakat akan dengan terpaksa mengganti tv analognya dengan digital untuk mendapatkan program tv yang baik.

Sumber : Dinamika Informasi Dalam Era Global ( Rosda Karya ), www.google.com, www. Wikipedia.com.

Banyaknya Cybercrime trus Relevan ga sih UU ITE ?

Semua masyarakat pencinta dunia maya yang sering menggunakan fasilitas internet mungkin saja sudah pernah mendengar tentang cybercrime. Cyber itu bisa saja dibilang dunia maya alias internet dan crime yaitu kejahatan. Jadi bisa dikatakan bahwa cybercrime adalah kejahatan di dunia maya. Masih inget ga dengan ITE ? “ Informasi dan Transaksi Elektronik “ tentang UU ITE tersebut. Undang – undang ini masih sangat baru sekali karena pemerintah baru saja mengeluarkannya tanggal 25 Maret 2008 kemarin. Pertanyaannya adalah masih relevan ga sih Undang – undang ITE ini ? sementara kejahatan – kejahatan di dunia maya semakin tersebar.

Para pelaku cybercrime secara umum adalah orang – orang yang memiliki keunggulan dan kemampuan ilmu dan teknologi dibidangnya. Sementara itu kemampuan aparat untuk menangkapnya sungguh jauh dari kualitas dari para pelaku kejahatan tersebut.

Nah, sebenarnya kehadiran UU ini diharapkan memberikan hasil yang positif yakni untuk menangulangi dan mengurangi kejahatan di dunia maya tersebut. Kita pikrkan baik – baik saja bahwa ada tiga hal mendasar penyalahgunaan internet yang dapat menghancurkan keutuhan bangsa secara keseluruhan yakni pornografi, kekerasan dan informasi yang mengandung hasutan SARA. Tetapi jika dilihat lebih cermat isu prnografi di dunia maya adalah alasan yang paling kuat mengapa undang – undang ini dibuat. Karena maraknya situs porno di internet yang dapat diakses bebas oleh siapa saja merupakan factor yang dapat menyebabkan timbulnya kasus – kasus pelecehan dan kejahatan seksual di kehidupan masyarakat, termasuk kalangan remaja dan anak – anak. Jelas saja itu bisa terjadi karena para pengguna internet yang mampu mengakses fasilitas didalamnya tidak hanya orang dewasa tetapi seluruh strata masyarakat. Padahal, pornografi di internet hanyalah satu sisi dari sekian banyak sisi negative penyalahgunaan internet. Internet dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan tindak kejahatan yang jauh lebih luas dan terus berkembang baik secraa kuantitas dan kualitas sejalan dengan kemajuan teknologi informasi itu sendiri. Tetapi jika dilihat dari kenyataannya, kejahatan di dunia maya sulit sekali untuk dikendalikan apalagi dihentikan. Para pelaku sangat cerdas, apalgi masyakat kita sekarang telah memilki pemikiran – pemikiran yang kritis. Dapat dikatakan bahwa, walaupun telah ada undang – undang ITE tetap saja tindak tersebut tidak dapat dihentikan buktinya saja situs – situs porno masih bisa terbuka bebas.

Contoh-contoh kejahatan internet di atas menggambarkan bahwa teknologi internet mengalami pergeseran fungsi utamanya sebagai alat penyebarluasan informasi dari segi positifnya. Internet telah beralih fungsi menjadi media massa elektronik yang mampu membawa perubahan dalam kehidupan manusia dalam berbagai aspek dari yang positif hingga negatif. Internet bahkan digunakan sebagai alat propaganda politik untuk kepentingan elite-elite politik tertentu atas nama hak asasi, kebebasan, dan demokrasi.

Kejahatan internet atau yang lebih populer dengan istilah cyber crime ini dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak diperlukan interaksi langsung antara pelaku dan korban kejahatan. Dengan sifat seperti itu, semua negara termasuk Indonesia yang melakukan aktivitas internet akan terkena imbas dari perkembangan kejahatan dunia maya.

Para hacker atau cracker selalu mencari celah untuk menggunakan keahliannya melakukan kejahatan. Memudarnya batas-batas geografi dalam abad 21 yang dikenal sebagai abad informasi ini telah mengubah cara pandang terhadap penyelesaian dan praktik kejahatan dari model lama (konvensional) ke model baru (elektronik). Kekuatan jaringan dan komputer pribadi berbasis pentium menjadikan setiap komputer sebagai alat yang potensial bagi para pelaku kejahatan. Globalisasi aktivitas kriminal yang memungkinkan para penjahat melintas batas elektronik merupakan masalah nyata dengan potensi memengaruhi negara, hukum, dan warga negaranya. Kasus penyebarluasan film Fitna di internet, misalnya, menggambarkan bagaimana si pembuat film ini mencoba menggunakan internet untuk menebarkan kebencian dan hasutan yang mengandung SARA kepada semua orang di seluruh dunia. Fakta ini tak bisa dimungkiri karena internet dapat dijadikan sarana yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan negatif yang diinginkan dan mengadu domba dengan sesama. Tetapi jika dipikirkan dengan cermat sebenarnya undang – undang tersebut sedikit relevan karena dengan adanya undang – undang ITE tersebut setidaknya bisa mengurangi tindak kejahatan di dunia maya walaupun keberadaan undang – undang tertsebut hanya mengurangi tetapi tidak dapat menghentikan. Dan setidaknya, dengan disahkannya undang – undang tersebut memberikan gambaran positif kepada pemerintah bahwa pemerintah respon dan peduli terhadap masyarakat dan bangsa Indonesia sehingga melindunginya dengan “ payung hukum.” Untuk melindungi masyarakat terutama generasi muda.. So, kita dukung upaya tersebut karena apapun yang diciptakan dan diusahakan pasti memiliki tujuan terbaik.

Sumber www.wikipedia.com

Jurnalisme Online dan Citizen Journalism, Apa yah ?

Jurnalistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri berarti bidang disiplin dalm mengumpulkan, melaporkan dan menganalisis data dan fakta serta informasi yang mengenai kejadian actual kemudian melaporkannya kepada khalayak.

Lantas apa yang dimaksud dengan online ? Online istilah bahasa dalam internet yang artinya sebuah informasi yang dapat diakses dimana saja selama ada jaringan internet..Jurnalisme berasal dari kata journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian yang terja di dalam kehidupan sehari-hari. Journal sendiri berasal dari kata diurnalis yang mempunyai arti tiap hari atu harian. Dari perkataan itu muncul kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan poekerjaan pada dunia jurnalistik.

Jurnalisme mulai benar-benar dimulai sejak huruf-huruf lepas untuk percetakan mulai digunakan di Eropa pada tahun 1440. dengan mesin cetak, lembaran berita dan juga pamphlet dapat di cetak dengan proses yang relative cepat dan ongkos yang tidak mahal.

Jurnalisme akhir-akhir ini berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Jurnalisme online merupakan jurnalisme yang dapat di akses melalui media internet, yang biasa menyuguhkan informasi dalam bentuk audio, video, maupun grafis. Yang membedakan jurnalisme ini dengan jurnalisme yang lain adalah penggunaan teknologi. Jurnalisme yang sarat akan teknologi yang disuguhkan secara teraktual dan dapat dipercaya.

Sejarah jurnalisme online sendiri dimulai dari membebernya cerita perselingkuhan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan Monica Lewinsky yang dibeberkan oleh Mark Drugde. Berita tersebut5 di samapaikan melalui media internet, dan semua orangpun dapat menegaksesnya. Hal seperti ini dapat juga dilakukan oleh masyarakat yang tidak mengetahui cara penulisan jurnalisme secara baik. Kerja seperti ini seolah-lah bukan kerja seorang jurnalis. Jurnalisme online memungkinkan adanya pemberitaan yang salah karena para pengirim berita bisa siapa saja dan identitasnya sulit untuk kita temukan. Makanya dari itu, berita dari jurnalisme onlie kurang dapat dipercaya alias kredibilitas. Gimana ga coba? Semua orang bisa jadi wartawan ngedadak kan buat gunain media online tersebut dan berita yang ditampilkan juga tidak membutuhkan penyuntingan ataupun orang yang menulis di jurnalisme online tidak memerlukan keahlian khusus seperti di jurnalisme konvensional. Tetapi kalo ada kekurangan pasti ada kelebihan, kalo kita cermati dengan adanya teknologi terbaru dari jurnalisme online masyarakat akan lebih bisa bersikap terbuka dan demokratis. Misalnya aja ni yah, seseorang yang biasanya malu buat curhat dengan orang lain tiba – tiba orang tersebut mampu terbuka misalnya dengan memanfaatkan fasilitas blog. Banyak orang yang demikian karena mungkin saja mereka berpikir bahwa curhat melalui tulisan lebih asyik daripada bertatap muka langsung dengan orang lain. Selain itu, orientasi teknologi komunikasi yang selalu mengacu pada terbentuknya satu tatanan komunikasi baru, dimana salah satu cirri utamanya adalah lalu lintas informasi diatur oleh individu dengan sendiriny menempatkan jurnalisme online sebagai “program “ untuk memberdayakan individu dalam memperoleh informasi sehingga terbentuknya masyarakat yang gemar membaca dan terciptanya citizen journalism.Jadi apakah citizen journalism itu ?

Jurnalisme masyarakat, “ public journalism “ atau ” participatory journalism” adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisa serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjdi paradigma dan trend baru tentang bagaimana pembaca / pemirsa membentuk informasi dan berita di msa mendatang.

Perkembangannya di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedy Tsunami di daerah Aceh yang diliput sendiri oleh korban Tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis professional. Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detik, okezone dan kompas yang menggunakan jurnalis profesi. Benar sekali yang dikatakan oleh Steven Outing dalam tulisannya “ The 11 Layers of Citizen Journalism “, istilah citizen journalism saat ini menjadi one of the hottest buzzword dalam dunia jurnalistik. Ada dua hal setidaknya yang memunculkan corak citizen journalism seperti sekarang ini. Pertama, komitmen pada suara-suara publik. Kedua, kemajuan teknologi yang mengubah lansekap modus komunikasi. Sejarah citizen journalism sendiri bisa dilacak sejak konsep public journalism dilontarkan oleh beberapa penggagas, seperti Jay Rosen, Pew Research Center, dan Poynter Institute. Bersama Wichita News, Eagle, Kansas, para penggagas citizen journalism mencobakan konsep public journalism dengan membentuk panel diskusi bagi publik guna mengidentifikasi isu-isu yang dianggap penting bagi publik. Berdasarkan identifikasi tersebut, liputan kemudian disusun.

Public journalism acap dikaitkan dengan konsep advocacy journalism karena beberapa media bergerak lebih jauh tidak saja dengan mengangkat isu, tetapi juga mengadvokasikan isu hingga menjadi sebuah ‘produk’ atau ‘aksi’—mengegolkan undang-undang, menambah taman-taman kota, membuka kelas-kelas untuk kelompok minoritas, membentuk government watch, mendirikan komisi pengawas kampanye calon walikota, dan lain-lain. Public atau citizen journalism juga dikaitkan dengan hyperlocalism karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang ‘kecil-kecil’ (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream.

Public journalism dengan model seperti ini mendasarkan sebagian besar inisiatif dari lembaga media. Kemajuan teknologi dan ketidakterbatasan yang ditawarkan oleh Internet membuat inisiatif semacam itu dapat dimunculkan dari konsumen atau khalayak.

Sumber www.google.com dan Wikipedia bahasa Indonesia

Nasib Surat Kabar Tradisional dengan Munculnya Surat Kabar Elektronik

Bumi ini semakin berputar dan dengan begitu pula dengan perubahan yang terjadi didalamnya. Perkembangan dan teknologi terbaru membawa kita pada masa depan yang begitu maju. Salah satu contohnya adalah konvergensi dari suatu media yang mampu memunculkan variasi baru dari suatu media informasi. Dapat dikatakan bahwa jurnalisme online dapat muncul karena adanya penyatuan – penyatuan media yang ada. Dapat kita lihat bahwa didalam jurnalisme online perubahan media itu benar – benar terjadi. Contohnya saja dengan munculnya surat kabar elektronik. Seseorang tidak hanya akan dapat membaca informasi apa saja yang mereka inginkan tetapi juga mapu memanfaatkan media audio dan visual yang ada didalamnya untuk memperkuat apa yang ada dalam informasi tersebut. Media online pun dapat mengakses informasi apapun sehingga mampu menarik perhatian khalayak.

Makanya jika saja dalam surat kabar biasa kita hanya mampu mendapatkan berita pada hari itu tetapi dengan surat kabar elektronik semua berita terbaru dengan mudah dapat kita lihat.

Nah, dengan adanya perekembangan zaman mengenai surat kabar elektronik bagaimanakan nasib surat kabar kedepannya ?. Nah, mari kita amati dari suatu teori yang sangat terkenal yakni “ Teori Difusi Inovasi “. Teori Difusi Inovasi menerangkan bahwa peran komunikasi secara luas dalam merubah masyarakat melalui penyebarluasan ide – ide dan hal – hal baru. Dimana, menurut Rogers dan Shoemaker ( 1971 ), difusi inovasi mengkaji pesan – pesan yang disampaikan itu menyangkut hal – hal yang dianggap baru maka akan timbul suatu derajat resiko tertentu yang menyebabkan perilaku berbeda pada penerima pesan.

Suatu inovasi mampu masuk ketengah – tengah sistem sosial disebabkan karena terjadinya suatu komunikasi antar anggota suatu masyarakat, antara satu masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian komunikasi sangat penting untuk terjadinya perubahan sosial. Dari pernyataan – pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa ketika suatu inovasi mulai muncul dan masyarakat mulai tertarik maka inovasi tersebut dapat sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu contoh inovasi disini adalah mengenai “ surat kabar elektronik “ yang memanfaatkan media jurnalisme online.

Jurnalisme online lahir karena adanya perkembangan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa – peristiwa yang ada ( Curtis MacDougall,1972 ). Dan proses pertama yang terjadi dari kegiatan jurnalisme adalah terciptanya surat kabar taradisional yang merupakan wadah dari penyajian karya jurnalistik yang berupa informasi aktual, hiburan, keterangan, atau penerangan dalam bentuk berita, tajuk, kritik, ulasan ataupun artikel – artikel dengan menggunakan mediasi kertas.

Perkembangan teknologi komunikasi tentunya akan membawa berbagai macam perubahan – perubahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti halnya munculnnya suatu media yang dinamakan jurnalisme online dan dimanfaatkan untuk mejadikan surat kabar elektronik. Dimana, surat kabar itu adalah proses penyampaian informasi dengan menggunakan media internet.

Nah, dengan munculnya surat kabar elektronik maka surat kabar konvensional pun menemukan saingannya. Mengapa tidak ? suatu informasi dari penggunaan jurnalisme online akan didapatkan dengan mudah dengan mengaksesnya dan pesan multimedia menjadi unsur pengikatnya yang mampu lebih menjelaskan tentang informasi yang diinginkannya. Berbeda dngan surat kabar biasa yang tidak ada unsur multimedianya masyarakat akan lebih tertarik pada surat kabar elektronik karena memiliki tampilan – tampilan yang lebih menarik.karena dapat dilihat dalam bentuk elektronik. Tetapi, dalam pandangan dan kenyataan yang terjadi adalah surat kabar tradisional tidak akan pernah mati walaupun perkembangan zaman akan semakin baik dan memberikan kemajuan yang begitu hebat dan mempengaruhi segala macam pola pemikiran dalam mendapatkan informasi yang ada. Contohnya saja, walau dengan adanya surat kabar elektronik tetapi buktinya saja surat kabar – surat kabar tradisional semakin bermunculan misalnya saja surat kabar SINDO atau yang lainnya. Suart kabar tradisional memiliki penggemar – penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang – orang yang tidak dapat menggunakan komputer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet maka mereka akan lebih menyukai untuk membaca surat kabar tradisional sambil tiduran, menyantap makanan atau sekedar sambil minum kopi ataupun the dan yang paling penting bisa dibaca dimana saja. Tetapi jika surat kabar elektronik kita hanya mampu membaca di depan komputer itu sendiri, bener ga? Yah, walaupun zaman sekarang telah banyak orang yang memiliki laptop tapi itu hanya sebagian kan trus bagaimana dengan yang lain? Tentu saja mereka akan menjadi peminat surat kabar tradisisonal. Yup…jadi bagaimana?

Sumber www.google.com, Jurnalistik “ Teori dan Praktik “ ( Rosdakarya )





Jurnalisme Online atau Jurnalisme Konvensional ?

22 07 2008

JURNALISME KONVENSIONAL ALIAS “ SURAT KABAR TRADISIONAL “ MATI GA’  YA…..??????

Perkembangan dan teknologi terbaru membawa kita pada masa depan yang begitu maju. Salah satu contohnya adalah konvergensi dari suatu media yang mampu memunculkan variasi baru dari suatu media informasi. Dapat dikatakan bahwa jurnalisme online dapat muncul karena adanya penyatuan – penyatuan media yang ada. Dapat kita lihat bahwa didalam jurnalisme online perubahan media itu benar – benar terjadi. Seseorang tidak hanya akan dapat membaca informasi apa saja yang mereka inginkan tetapi juga mapu memanfaatkan media audio dan visual yang ada didalamnya untuk memperkuat apa yang ada dalam informasi tersebut. Media online pun dapat mengakses informasi apapun sehingga mampu menarik perhatian khalayak.
Nah, dengan adanya perekembangan zaman mengenai jurnalisme online bagaimanakan nasib surat kabar kedepannya ?. Nah, mari kita amati dari suatu teori yang sangat terkenal yakni “ Teori Difusi Inovasi “. Teori Difusi Inovasi menerangkan bahwa peran komunikasi secara luas dalam merubah masyarakat melalui penyebarluasan ide – ide dan hal – hal baru. Dimana, menurut Rogers dan Shoemaker ( 1971 ), difusi inovasi mengkaji pesan – pesan yang disampaikan itu menyangkut hal – hal yang dianggap baru maka akan timbul suatu derajat resiko tertentu yang menyebabkan perilaku berbeda pada penerima pesan.
Suatu inovasi mampu masuk ketengah – tengah sistem sosial disebabkan karena terjadinya suatu komunikasi antar anggota suatu masyarakat, antara satu masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian komunikasi sangat penting untuk terjadinya perubahan sosial. Dari pernyataan – pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa ketika suatu inovasi mulai muncul dan masyarakat mulai tertarik maka inovasi tersebut dapat sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu contoh inovasi disini adalah mengenai “ jurnalisme online “.
Jurnalisme online lahir karena adanya perkembangan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa – peristiwa yang ada ( Curtis MacDougall,1972 ). Dan proses pertama yang terjadi dari kegiatan jurnalisme adalah terciptanya surat kabar taradisional yang merupakan wadah dari penyajian karya jurnalistik yang berupa informasi aktual, hiburan, keterangan, atau penerangan dalam bentuk berita, tajuk, kritik, ulasan ataupun artikel – artikel dengan menggunakan mediasi kertas.
Perkembangan teknologi komunikasi tentunya akan membawa berbagai macam perubahan – perubahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti halnya munculnnya suatu media yang dinamakan jurnalisme online. Dimana, Jurnalisme online itu adalah proses penyampaian informasi dengan menggunakan media internet.
Nah, dengan munculnya suatu jurnalisme online maka surat kabar konvensional pun menemukan saingannya. Mengapa tidak ? suatu informasi dari penggunaan jurnalisme online akan didapatkan dengan mudah dengan mengaksesnya dan pesan multimedia menjadi unsur pengikatnya yang mampu lebih menjelaskan tentang informasi yang diinginkannya. Berbeda dngan surat kabar biasa yang tidak ada unsure multimedianya masyarakat akan lebih tertarik pada jurnalisme online karena memiliki tampilan – tampilan yang ebih menarik.yang dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Tetapi, dalam pandangan dan kenyataan yang terjadi adalah surat kabar tradisional tidak akan pernah mati walaupun perkembanagn zaman akan semakin baik dan memberikan kemajuan yang begitu hebat dan mempengaruhi segala macam pola pemikiran dalam mendapatkan informasi yang ada. Contohnya saja, walau dengan adanya jurnalisme online tetapi buktinya saja surat kabar – surat kabar tradisional semakin bermunculan misalnya saja surat kabar SINDO atau yang lainnya. Suart kabar tradisional memiliki penggemar – penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang – orang yang tidak dapat menggunakan computer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet maka mereka akan lebih menyukai untuk membaca surat kabar tradisional sambil tiduran, menyantap makanan atau sekedar sambil minum kopi ataupun teh.
Apalagi penelitian di Amerika menyebutkan bahwa tingkat kesalahan berita surat kabar mencapai 18% dan tingkat kesalahan televisi adalah 38%. Kalau bgitu bagaimana dengan kesalahan informasi yang akan diberikan oleh media melaui jurnalisme online, pasti saja akan mencapai lebih daripada kesalahan di surat kabar maupun tv. Bayangkan saja, semua orang mampu menjadi “ wartawan dadakan “ dalam sekejap dan menulis apapun dalam media jurnalisme online dan itu semua memungkinkan tidak terlalu kredibiltasnya jurnalisme online. Padahal kesalahan televise maupun surat kabar saja mapu mencapi 38% dan 18% yang jelas – jelas dalam mencari berita dan menginformasikan berita tersebut menggunakan orang – orang khusus yang bekerja dalam bidang dan ahlinya dan sangat mengerti tentang jurnalisme dan etika yang ada didalamnya.
Berdasarkan data tersebut, maka bukan suatu kemustahilan bila jurnalisme online bisa mencapai kesalahan yang lebih tinggi. Sehingga, surat kabar akan memiliki konsumen dan fansnya sendiri. Surat kabar akan selalu hidup walaupun jurnalisme online hadir dalam kemajuan teknologi dengan munculnya surat kabar – surat kabar baru.





Digital Poci’s Pocket Album Terbaru

7 07 2008

ALBUM FOTO GAYA GANTUNGAN KUNCI

Zaman teknologi seperti ini selalu saja ditemukan dengan hal – hal baru yang menarik perhatian para peminatnya. Salah satu contohya adalah teknologi terbaru dari sesuatu yang sedehana yaitu sebuah album foto.
Album foto seperti apakah yang anda harapkan apat menyimpan gambar sebanyak mungkin dan menjadikannya koleksi abadi ?. Ya, tentu saja album terbaik yang mampu menyimpan moment – moment terbaik anda dalam sebuah fasilitas yang sangat menarik dari sisi desain maupun perfoma.Nah, disini kita bisa lihat album foto model terbaru dari perkembangan teknologi terkini yang dapat menarik perhatian kita semua.
Album digital yang dapat menampilkan foto kini semakin saja digemari. Kesan high – tech ditunjukan pada galeri foto digital yang dapat ditampilkan melalui “ slide show “ alias foto – foto yang tersimpan dan mampu berjalan sendiri. Untuk memenuhi keinginan para para pencintanya, Digital Poci mengeluarkan produk yang dinamakan Digital Poci’s Pocket Album. Produk ini merupakan perangkat foto viewer berupa gantungan kunci.
Dengan ukuran layar LCD hanya 1,5 inci, produk ini mampu menampung 74 foto dengan format JPEG dan BMP. Kecil memang dan wajar jika foto yang dipasangkan pun menggunakan resolusi rendah. Sehingga, kapasias memori yang disematkan hanya 8 MB dianggap memadai.
Pocket Album ini menggunakan baterai Lithium Ion yang bisa menyala selama 9 jam. Dan bisa diisi ulang menggunakan adaptor khusus atau cukup disambungkan ke USB computer. Pocket album ini juga menyediakan fitur jam built in dengan automatic on / off timer. Pengaturan kontras LCD dapat dilakukan untuk optimalisasi foto yang ditampilkan.
Kemampuan menampilkan 74 digital photos dengan BMB memori flash internal. Layar 1,5” color LCD. Ketahanan baterai 9 jam. Jenis baterai : Lithium – Ion, Built In clock dengan timer otomatis on / off, Builds in automatic photo slideshows, software : Photo viewer, termasuk merubah image, JPG dan BMG ke to Pocket Albm ( kompatibel dengan Windows Vistal / XP / 2000, Mac 10,3 dan 10,4 ), AC adapter, kabel USB, Harga : $29.95





KONSUKUENSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

7 07 2008

INTERNET : FASILITAS CAKRAWALA DAN KONSEKUENSINYA

Kita hidup dalam era teknologi yang begitu tinggi, era dimana teknologi berjalan dengan cepatnya. Manusia mulai belajar bermain – main dengan waktu untuk kemajuan yang begitu cepat. Salah satu contohnya adalah pengguanan era internet, yakni dimana arus informasi semakin cepat dan sangat deras. Semua orang dapat mengakses informasi apapun dengan penggunaan ineternet. Dengan kemajuan yang seperti ini, Apakah internet selalu berfungsi untuk membuka cakrawala bagi penggunanya ? Apakah tidak ada konsekuensi yang akan muncul dari adanya kemajuan dunia dalam bentuk internet apalagi terhadap perubahan yang nyata dalam bidang sosial maupun cultural ?
Mari kita perhatikan baik – baik, internet merupakan contoh dari suatu fenomena yang sangat baru tetapi sangat memepengaruhi dan membentuk keseharian dalam perilaku sosial sehari – hari dalam kehidupan masyarakat kita. Lebih dari itu, internet bukan hanya sekedar membagi informasi pada khalayak tetapi secara radikal maupun pelan mengubah keyakinan mengenai kemampuan dan kekuatan berekspresi dan bagaimana kekuatan itu mampu dipergunakan.
Berdasarkan teori difusi inovasi, fenomena perubahan akan menyebar melalui sistem sosial yang dibentuk oleh : bermacam kegiatan sosial ( melalui debat dan diskusi antar warga masyarakat ), artifak budaya ( yang bersentuhan dengan fenomena tersebut ) dan media massa ( Rogers, 1995 ).
Bermacam – macam indikasi dari berbagai fenomena ( dalam hal ini adalah penggunaan internet ) dapat diketemukan dalam sistem sosial di sistem sosial manapun, namun media memiliki peran yang paling penting dalam masa adaptasi. Teori yang lain, yakni teori pembelajaran sosial, mengindikasikan bahwa manusia bisa belajar mengenai sesuatu hanya dengan mengamati, dan ini sangat bisa terjadi melalui media massa ( Bandura, 1977 ). Ini berarti media massa memiliki peran yang sangat lekat hubungananya dengan kedua area tersebut. Peranan inilah yang membuat masyarakat akan menanggapi dan mencoba belajar tentang kegunaan dan penggunaan internet.
Internet sebagai media yang dapat dikatakan sebagai konvergensi dari media cetak, audio maupun visual memiliki dampak positif maupun negatif yang dapat ditimbulkan. Dampak – dampak signifikan tersebut dapat kita lihat dalam bidang sosial maupun cultural. Internet memang sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat pada umumnya tetapi dari kelebihan yang dimiliki misanya saja dengan penggunaan internet masyarakat akan lebih cenderung hidup terbuka terhadap pengetahuan dan perkembanagan dunia luar sehingga belajar untuk memiliki pemikiran yang lebih demokratis, internet pun memiliki kekurangan – kekurangan yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari – hari.
Konsekuensi yang terjadi dari adanya kemajuan internet dalam kehidupan sehari – hari di bidang sosial misalnya yaitu adanya suatu perubahan pola kebiasaan dalam masyarakat, dari yang dulunya mencari informasi dengan mengandalkan media cetak, tv aatu radio sekarang beralih menjadi lebih banayak tertarik menggunakan internet. Selain itu, konsekuensi yang terjadi adalah intrenet menyebabakan seseorang menjadi lupa waktu sehingga akan menyebabkan sikap cuek ( acuh ) terhadap lingkunagn sosialnya. Misalnya saja, orang akan cenderung berlama – lama menggunakan fasilitas atau fitur – fitur dalam internet untuk mencari sesuatu informasi yang diinginkan tanpa batasan karena semua fenomena yang dicari ada didalamnya sehingga seseorang akan ” berasyik – asyik ria ” untuk mengaksesnya sampai lupa akan waktu atau lingkungan sosialnya.
Internet pun bisa memberikan konsekuensi yang terjadi dalam cultural kita yakni berkurangnya nilai – nilai budaya dengan timbulnya sikap individualis dimana tadinya seseorang menyukai sikap saling berkunjung untuk mmeperoleh inforamsi atau bersahabat maka seseorang akan lebih tertarik hidup dalam dunia maya misalnya berinteraksi lewat chatting apalagi sekarang ada fenomena ajang pencarian jodoh lewat chatting.
Perkembangan teknologi di zaman sekarang ini memang tidak akan pernah memungkinkan kemajuan yang begitu drastis dari apa yang diciptakan. Tetapi, keajuan yang terjadi selalu dibarengi oleh dampak – dampak dan konsekuensi yang ditimbulkan. Oleh karena itulah maka dinamakan konsekuensi dari adanya perkembangan dunia dalam hal ini teknologi.





tugas UAS kontemporer

15 01 2008